Dari Dosa Besar ke Rencana Besar
📖 Bacaan: Keluaran 32:15–24,30–34; Mazmur 106:19–23; Matius 13:31–35
Dalam bacaan dari Kitab Keluaran, kita membaca tentang salah satu dosa terbesar bangsa Israel: membuat anak lembu emas dan menyembahnya, hanya beberapa saat setelah menerima hukum Tuhan. Ini adalah bentuk pengkhianatan yang menyakitkan. Musa pun murka dan menghancurkan loh batu berisi hukum Allah:
“Maka panaslah hati Musa, lalu dilemparkannya loh-loh itu dari tangannya dan dipecahkannya di kaki gunung itu.”
(Keluaran 32:19)
Namun di balik kemarahan itu, Musa tidak menyerah pada bangsanya. Ia naik lagi menghadap Tuhan dan memohon pengampunan:
“Kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu… tetapi jika tidak, hapuskanlah aku dari kitab yang telah Kau tulis.”
(Keluaran 32:32)
Sikap Musa mencerminkan cinta dan kepemimpinan sejati — seorang gembala yang rela berkorban demi umat, walaupun mereka berdosa.
Tuhan Tetap Setia (Mazmur 106)
Mazmur hari ini mengakui dosa umat:
“Mereka membuat anak lembu di Horeb dan sujud menyembah kepada patung tuangan.”
(Mazmur 106:19)
Namun juga menegaskan peran Musa sebagai perantara yang “berdiri di celah” untuk menyelamatkan mereka. Ini gambaran tentang syafaat dan kasih yang kelak digenapi dalam pribadi Yesus Kristus — yang bukan hanya membela kita, tapi menghapus dosa kita di salib.
Kerajaan Allah Terus Bertumbuh (Matius 13)
Meskipun umat sering gagal, rencana Allah tidak gagal. Dalam Injil hari ini, Yesus menggambarkan Kerajaan Allah seperti biji sesawi dan ragi — kecil, tersembunyi, namun penuh potensi:
“Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi… tetapi apabila sudah tumbuh, biji itu lebih besar daripada sayuran yang lain.”
(Matius 13:31–32)
Kerajaan Allah tidak dibangun dari kekuatan dunia, tetapi dari ketaatan kecil, dari hidup yang sederhana, dan dari benih iman yang tampaknya tak berarti. Bahkan dari umat yang jatuh dalam dosa, Allah tetap menumbuhkan rencana keselamatan-Nya.
Refleksi
- Apakah aku menyadari dosa-dosa besar dalam hidupku, dan datang kepada Tuhan memohon pengampunan?
- Apakah aku bersedia menjadi seperti Musa — mendoakan, membela, dan mengasihi sesamaku yang jatuh?
- Apakah aku percaya bahwa Tuhan bisa memakai hal kecil dalam hidupku untuk rencana besar-Nya?
Doa
Tuhan yang Maharahim, aku menyadari betapa sering aku gagal setia seperti umat-Mu di padang gurun.
Ampunilah aku. Ajarlah aku seperti Musa, yang tidak menyerah pada sesama, dan selalu membawa mereka kepada-Mu.
Meskipun hidupku tampak kecil dan biasa, aku percaya Engkau sanggup memakainya untuk rencana-Mu yang besar.
Tanamkanlah Kerajaan-Mu dalam hatiku, agar aku pun menjadi bagian dari karya-Mu yang tersembunyi namun penuh kuasa. Amin.