Tinggal Dalam Kasih, Tinggal Dalam Tuhan

📖 Bacaan: 1 Yohanes 4:7–16; Mazmur 34:2–11; Yohanes 11:19–27

Surat Yohanes hari ini menekankan inti dari hidup Kristiani: kasih.

“Barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”
(1 Yohanes 4:16)

Kasih bukan sekadar perasaan atau tindakan, melainkan ciri dari kehadiran Allah. Karena Allah adalah kasih, maka siapa pun yang mengasihi sebenarnya mencerminkan bahwa Allah tinggal dalam dirinya. Dalam dunia yang mudah menghakimi dan memecah belah, panggilan untuk hidup dalam kasih menjadi semakin penting — kasih yang menyatukan dan menghidupkan.


Pujian dari Orang yang Dilepaskan (Mazmur 34)

Mazmur hari ini adalah nyanyian syukur dari seseorang yang telah mengalami pembebasan Tuhan:

“Aku akan memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”
(Mazmur 34:2)

Pemazmur mengajak kita untuk mengalami Tuhan secara pribadi:

“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!”
(Mazmur 34:9)

Ini bukan ajakan teoritis, melainkan undangan untuk mengalami Tuhan dalam relasi nyata.


Percaya Sebelum Melihat (Yohanes 11)

Dalam Injil, kita mendapati Marta yang sedang berduka karena kematian saudaranya, Lazarus. Ia berkata:

“Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”
(Yohanes 11:21)

Namun, di tengah kesedihannya, Marta menunjukkan iman yang kuat:

“Aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang akan datang ke dalam dunia.”
(Yohanes 11:27)

Yesus tidak langsung melakukan mukjizat, tetapi Ia terlebih dahulu menguatkan iman Marta, mengarahkannya kepada harapan akan kebangkitan dan hidup yang kekal.


Refleksi

  • Apakah aku sungguh tinggal dalam kasih — bahkan kepada orang yang sulit dikasihi?
  • Apakah aku merasakan Tuhan sebagai pribadi yang nyata dan hidup, seperti pemazmur?
  • Apakah aku tetap percaya meski dalam kekecewaan, seperti Marta yang percaya di tengah duka?

Doa

Tuhan, Engkau adalah kasih.
Ajarku untuk tinggal di dalam kasih-Mu dan membagikannya kepada sesama.
Ketika aku merasa kecewa atau lemah, kuatkan aku seperti Marta agar aku tetap percaya.
Biarlah hidupku menjadi kesaksian akan kasih-Mu yang nyata dan kekal.
Amin.