Ketika Iman Terhalang oleh Kebiasaan
📖 Bacaan: Matius 13:54–58
“Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di rumah ibadat mereka, sehingga mereka takjub dan berkata: ‘Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?’… Dan mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: ‘Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.’ Dan karena ketidakpercayaan mereka, Ia tidak mengadakan banyak mujizat di situ.”
🔹 1. Ketakjuban yang Berujung Penolakan
Awalnya, orang-orang sekampung takjub melihat hikmat dan kuasa Yesus. Namun tak lama kemudian, mereka mulai berkata:
“Bukankah Ia ini anak tukang kayu?”
Apa yang mereka lihat secara lahiriah (anak Yosef, dari Nazaret, biasa saja) menjadi batu sandungan yang membuat mereka menolak-Nya.
Alih-alih membuka hati, mereka terjebak pada prasangka.
🔹 2. Iman yang Terhalang oleh Kebiasaan
Seringkali, kita juga bersikap seperti orang Nazaret:
- Terlalu biasa dengan kehadiran Yesus
- Merasa tahu banyak tentang Dia, tapi tidak sungguh percaya
- Meremehkan suara Tuhan yang datang dari orang-orang sekitar kita
Ketika iman menjadi dingin dan penuh prasangka, mujizat pun menjadi langka.
🔹 3. Nabi yang Tidak Dihargai
Yesus berkata:
“Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri.” (ay.57)
Orang yang dekat seringkali tidak dipercaya karena kita merasa sudah tahu banyak tentangnya.
Demikian pula, kita sering menolak kehadiran Allah dalam hal-hal yang sederhana dan sehari-hari — karena kita lebih suka hal yang spektakuler.
🔹 4. Mujizat Butuh Ruang Iman
Ayat terakhir sangat tajam:
“Karena ketidakpercayaan mereka, Ia tidak mengadakan banyak mujizat di situ.”
Tuhan Yesus sanggup melakukan apa saja, tetapi Ia tidak memaksakan kuasa-Nya.
Iman membuka ruang bagi karya-Nya.
Tanpa iman, kita sendiri yang menutup pintu mujizat dalam hidup kita.
🔹 5. Refleksi Pribadi
- Apakah aku sedang membatasi Tuhan dengan pikiran dan prasangkaku?
- Apakah aku terbuka menerima Tuhan berbicara melalui orang-orang terdekat?
- Apakah aku menyadari bahwa iman yang dingin bisa menghambat karya Tuhan dalam hidupku?
🙏 Doa Penutup
**Tuhan Yesus,
Ampunilah aku jika selama ini aku membatasi karya-Mu karena prasangkaku.
Ajarlah aku untuk mengenali kehadiran-Mu dalam hal-hal sederhana,
dalam orang-orang yang biasa aku temui setiap hari.